PROTEINMATA
KULIAH: ILMU GIZI DASARDOSEN
PEMBIMBING: IRIANI KAMARUDDIN
DISUSUN
OLEH: DEVITA VERA HOTMA ULI SITUNGKIR UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM SAMARINDAFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT2015 BAB
1 PENDAHULUAN A. LATAR
BELAKANG MASALAH
Tugas kelompok untuk di
persentasikan di kelas. B. PERUMUSAN
MASALAH
Bahan-bahan pembelajaran di ambil
dari beberapa buku dan juga internet C. TUJUAN
PENULISAN
a. Untuk
mengetahui apa itu Protein?
b. Apa
saja yang termasuk dalam Proten?
c. Apa
fungsi dan Manfaat dari Protein?
d. Apa
saja akibat dari Kekurangan dan Kelebihan Protein?
D. MANFAAT
PENULISAN
Untuk menjelaskan segala sesuatu
yang berhubungan dengan ilmu dasar gizi, termasuk di dalam nya yaitu Protein. Untuk lebih mengerti betapa di
butuhkan nya Protein. BAB
11 PEMBAHASAN PENGERTIANIstilah
Protein berasal dari kata Yunani Proteos, yang berartu yang utama atau di
dahulukan. Kata ini di perkenalkan oleh seorrang ahli kimia Belanda, Geradus
Mulder(1802-1880), karena ia berpendapat bahwa protein adalah zat yang paling
penting dalam setiap organisme.protein
adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah
air. seperlima bagian tubuh adalah protein, separo nya ada di dalam otot,
seperlima ada didalam tulang, dan tulang rawan, sepersepuluh ada di dalam
kulit, dan selebih nya ada di jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim,
berbagai hormon, pengangkut-pengankut zat gizi dan darah,matriks intra
selulerdan sebagai nya adalah protein. Disamping itu asam amino yang membentuk
protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam
nukleat, dan molekul-molekul esensial untuk kehidupan.protein
mempunyai fungsi khas yang tidah dapat di gantikan oleh zat-zat lain, yaitu
membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. A.
KOMPOSISI
KIMIA DAN KLASIFIKASI
Protein adalah molekul makro yang
mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga beberap juta. Protein terdiri
atas rantai-ranti panjang asam amino, terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri
atas unsur-unsur karbon, hidrogen oksigen, dan nitrogen, beberapa asam amino di
sampig itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, sulfur, iodium, dan kobalt.
Unsur nitrogen adalah unsur protein, karena terdapat didalam semua protein akan
tetapi tidak terdapat di dalam karbohidrat dan lemak. unsur nitrogen merupakan
16%dari protein.Molekul protein lebih kompleks dari pada
karbohidrat dan lemak dalam hala berat molekul dan keanekaragaman unit-unit
asam amino yang membentuk nya. Berat molekul protein mencapai empat puluh
juta:bandingkan dengan molekul glukosa yang besar nya 180. Ada dua puluh jenis
asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas sembilan asam amino
esensial (asam amino yang tidak dapat di buat tubuh dan harus di ddatangkan dri
makanan) dan sebelas asam amino
nonesensial. B.
ASAM
AMINO
Asam amino terdiri atas atom karbon yang
terikat pada satu gugus karboksil (-COOH), satu gugus amino (-NH2)
satu atom hidrogen(- H) dan satu gugs Radikal( -R) atau rantai cabang.Pada umum nya asam amino yang di isolasi
dari protein hidroksilat merupakan alfa-asam amino,yaitu gugusan karbosilat dan
amino terikat pada atom karbon yang sama, yang membedakan asam amino satu samaa
lain adalah rantai cabang atau gugus R-nya. R berkisar dari satu atom hidrogen
(H) sebagaimana terdapat pada asam amino paling sederhana glisin ke rantai
karbon lebih panjang, yaaitu hingga tujuh atom karbon. 1.
Klasifikasi
Asam Amino Menurut Gugus Asam dan Basa
Klasifikasi asam amino menurut jumlah
gugus asam(karboksil) dan basa (amino) yang dimiliki adalah:a. Asam
amino netral yaitu asam amino yang mengandung satu gugus asam dan satu gugus
amino; asam amino netral terdiri atas asam amino alifatik(rantai cacang terdiri
atas hidrokarbon)b. asam
amino asam (rantai cabang asam) yaitu cabang asam amino yang mempunyai
kelebihan gugus asam dibandingkan dengan gugus basa;c. asam
amino basa(rantai cabang basa) yaitu asam amino yang mempunyai kelebihan gugus
basa;asam amino yang mengandung nitrogen imino pengganti gugus
amino primer dinamakan asam amino. 2.
Klasifikasi
Asam Amino menurut Esensial dan Tidak Esensial
Dr.William Rose (1917) seorang pionir
dalam penelitian protein dengan menggunakan berbagai campuran asam amino dan
meneliti pengaruh nya terhadap pertumbuhan tikus percobaan dan manusia, membagi
asam amino dalam dua golongan, yaitu asam amino esensial dan tidak esensial.
Satu persatu asam amino dikeluarkan dari diet semula yang terdiri atas campuran
asam amino dan pengaruh nya terhadap pertumbuhan tikus yang di amati.
Pengeluaran bebberapa asam amino tertentu ternya menggangu pertumbuhan,
sedangkan yang lain tidak. Ternyata ada sepuluh macam asam amino yang di
butuhkan tikus yang si butuhkan tikus untuk
pertumbuhan yang tidak dapat sisintetiskan tubuh. Asam amino ini
danamakan asam amino esensial. asam amino lain di namakan sama amino yang tidak
esensial. Asam amino tidak esensial juga penting untuk pembentukan protein
tubuh, tetapi asam amino ini bila tidak terdapat dalam tubuh dapat di sintesis
tubuh dalam jumlah yang di perlukan.Penelitian yang sama kemudian dilakukan
terhadap manusia, dengan menggunakan campuran asam amino yang di anggap
esensial untuk tikus, satu persatu asam aminodi keluakan dari campuran
tersebut, dan pengaruhnya terhadap keseimbangan nitrogen pada manusia di amati.
Ternya ada sembilan jenis asam amino esensial untuk manusia yang di perlukan
untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Kesembilan asam amino ini
tidak dapat di sintesis tubuh, yang berarti harus ada dalam makanan
sehari-hari. bila tubuh mengandung cukup nitrogen, tubuh mampu mensintesis
sebelas jenis asam amino lain, yaitu asam amino tidak esensial yang di perlukan
untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Nitrogen ini berasal dari
asam amino tidak esensial lain atau asam amino esensial yang berlebihan.Belakangan asam amino tidak esensial
dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam amino esensial bersyarat (counditional
assential amino acids) dan asam amino yang betul-betul tidak esensial.klasifikasi
asam amino menurut esensial, esensial bersyarat, dan tidak esensial
Asam
Amino
|
||
Esensial
|
Esensial
bersyarat
|
Tidak
Esensial
|
Leusin
Isoleusin
Valin
Triptopan
Fenilalanin
Metionin
Treonin
Lisin
histidin
|
Prolin
Serin
Arginin
Tirosin
Sisterin
Gilsin
|
Alanin
Asam
glutamat
Glutamin
Asam
aspartat
Asparagih
|
prekursor asam amino esensial bersyarat
Asam
amino
|
Prekursor
|
Sistein
Tirosin
Arginin
Prolin
Glisin
|
Metionin,
serin
Fenilalanin
Glutamin/glutamat,aspartat
Glutamat
Serin,kolin
|
C. SINTESIS PROTEIN
Lipopprotein adalah protein larut dalam air yaang berkonjugasi dengan lipida, seperti lesitin dan kolestrol. Lipopprotein terdapat dalam plasma dan fungsi sebagai pengangkut lipida dalam tubuh.Fosfoprotein adalah protein yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat seperti pada kasein dalam susu.Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mieral, seperti feritin dan hemosiderin dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga, dan seng.bentuk protein konjugasi lain nya adalah hemoprotein dan flavoprotein.2. Informasi Genetik RNA dan DNA
Metionin merupakan asam amino pembatas kacang-kacangan, lisin dari beras dan triptofan dari jagung . Bila terdapat secara bersamaan dalam makanan sehari hari,beberapa macam protein dapat saling mengisi dalam asam amino yang berbeda bila di makan secara bersamaan di dalam tubuh dapat menjadi susunan protein komplet. misalnya,bila nasi yang terbatas dalam lisin di campur dengan tempe yang terbatas dalam metionin,di dapatkan campuran yang memungkinkan pertumbuhan. menambahkan sedikit susu yang mengandung semua jenis asam amino esensial ke dalam bubur beras akan memberikan cukup lisin kepada bubur trsebut untuk memungkinkan pertumbuhan. hal-hal ini perlu di perhatikan dalam menyusun menu seimbang,mslx untuk diet vegetaris atau dalam keadaan ekonomi terbatas.campuran dua jenis protein nabati atau penambahan sedikit protein hewani ke protein nabati akan menghasilkan protein brmutu tinggi dengan harga relatif rendah.dalam keadaan trcampur,asam amino yang brasal dari berbagai jenis protein dapat saling mngisi untuk mnghasilkan protein yang di butuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharan.a. Penilaian Mutu Protein
Bahan makanan
|
NB*)
|
NPU**)
|
PER***)
|
Skor Kimia/Skor Asam amino
|
Telur
|
100
|
94
|
3,92
|
100
|
Susu Sapi
|
93
|
82
|
3.09
|
95
|
Ikan
|
76
|
-
|
3.55
|
71
|
Daging Sapi
|
74
|
67
|
2.30
|
69
|
Beras Tumbuk
|
86
|
59
|
-
|
67
|
Kacanng Tanah
|
55
|
55
|
1,65
|
65
|
Beras Giling
|
64
|
57
|
2.18
|
57
|
Gandum Utuh
|
65
|
49
|
1,53
|
53
|
Jagung
|
72
|
36
|
-
|
49
|
Kacang Kedelai
|
73
|
61
|
2,32
|
47
|
b. Ner Protein Utilization atau NPU
NPU adalah indeks mutu yang tidak saja memperhatikan jumlah protein yang ditahan, akan tetapi juga jumlah yang dicernakan. NPU = NB x koefisien kecernaan.NPU merupakan perbandingan antara nitrogen yang ditahan dan nitrogen yang dikonsumsi. NPU kacang kedelai 61, susu 82, dan telur 94.c. Protein Efesiensi Ratio/PER Penentuan mutu protein melalui PER adalah yang paling sederhana. Per merupakan pengukuran mutu protein, makanan yang ditetapkan oleh kemampuan protein bersangkutan untuk menghasilkan pertumbuhan pada tikus muda. PER mengukur penambahan berat badan hewan muda per gram protein yang dikonsumsi.
Per digunakan sebagai kriteria mutu protein yang digunakan dalam memberi label makanan jadi. d. Skor kimia/ Skor Asam Amino Skor kimia adalah cara menetapkan mutu protein dengan membanndingkan kandungan asam amino esensial dalam bahan makanan dengan kandungan asam amino esensial yang sam dalam protein ideal/patokan, misalnya protein telur. Perbandingan asam amino esensial yang terdapat paling rendah dalam bahan makanan yang diniai dengan asam amino yang sama dalam protein patokan merupakan skor asam amino bahan makanan rersebut.
Lokasi
|
Enzim pencernaan protein
|
Prekursor
|
Aktivator
|
Lambung
|
Protease lambung berupa pepsin
|
Pepsinogen HCL
|
Pepsin
|
Usus
halus
|
Protease
pankreas berupa:
·
tripsin
·
kimotripsin
·
karboksipeptidase
·
elastase
Amino peptidase mukosa sus
halus:
·
tripeptidase
·
dipeptidase
|
Tripsiogen
Kimotrisinogen
Prokarboksipeptidase
Proelastase
-
-
|
Enterokinase
dan tripsin
Tripsin
Tripsin
tripsin
-
-
|
saluran
cerna
|
Pencernaan
dan absorbsi
|
1.
mulut
|
Mengunyah,
makanana bercampur dengan air ludah dan di telan
|
2.
esofagus
|
Tidak
ada pencernaan
|
3.
lambung
|
Asam
lambung membuka molekul dan megaktifkan enzim lambung.
|
4.
usus halus
|
|
sebelum sel-sel dapat mensintesis protein baru, harus tersedia semua asam amino esensial yang diperlukan dan cukup nitrogen atau ikatan amino (NH2) guna pembentukan asam-asam non esensial yang diperlukan. Pertumbuhan dan penambahan otot hanya memungkinkan bila tersedia cukup campuran asam amino yang sesuai termasuk untuk pemeliharaan dan perbaikan . Beberapa jenis jaringan tubuh membutuhkan asam-asam amino tertentu dalam jumlah lebih besar. Rambut, kulit, kuku lebih banyak membutuhkan asam amino yang mengandung sulfur. Protein kolagen merupakan protein utama otot urat-urat dan jaringan ikat. Fibrin dan miosin adalah protein lain yang terdapat di dalam otot-otot.b. Pembentukan ikatan-ikatan Esensial TubuhHormon-hormon seperti tiroid dan epinfrin adalah protein, demikian pula berbagai enzim. Ikatan-ikatan ini bertindak sebagi katalisator atau membantu perubahan-perubahan biokimia yang terjadi dadlam tubuh.Hemoglobin, pigmen darah yang berwarna merah dan fungsi sebagai pengangkut oksigen dan karbon dioksida adalah ikatan protein. Begitupun bahan-bahan lain yang berperan dalam penggumpalan darah. Protein lain adalah fotoreseptor pada mata.Asam amino tritofan berfungsi sebagai frekursor vitamin niasin dan pengantar saraf serotonin yang berperan dalam membawa pesan dari sel-sel saraf yang satu ke yang lain nya.dalam hal kekurangan protein, tampak nya tubuh memprioritaskan pembentumkan ikatan-ikatan tubuh yang vital ini.c. Mengatur Leseimbangan AirCairan tubuh terdapat di dalam tiga kompartemen:intraselulear(didalam sel), ekstraseluler/interselular (di antara sel). dan intravaskular( di dalam pembuluh darah). Kompartemen-kompartemen di pisahkan satu sama lain oleh membran sel. Distribusi cairan didalam kompartemen-kompartemen ini harus dijaga dalam keadaan seimbang atau homeostatis. Keseimbangan ini diperoleh melalui sistem kompleks yang emlibatkan prptein dan elektroit. Penumpukan cairan di dalam jaringan dinamakan edema dan merupakan tanda awal kekurangan protein.d. Memelihara dan Netralitas TubuhProtein tubuh bertinfak sebagai buffer, yaitu bereaksi dengan asaam dan basa untuk menjaga pH pada taraf konstan. Sebagian besar jaringan tubuh berfungsi dalam keadaan pH netral atau sedikit alkali (pH 7,35 – 7,45).e. Pementukan Anti bodiKemampuan tubuh untuk memerangi infeksi bergantung pada kemampuannya untuk memproduksi antibodi terhadap organisme yang menyebabkan infeksi tertentu atau terhadap bahan-bahan asing yang memasuki tubuh. Tinggi tingkat kematian pada anak-anak yang menderita gizi-kurang kebanyakan di sebabkan oleh menurun nya daya tahan terhadap infeksi(muntaber, dan sebagainya) karena ketidak mampuannya membentuk anti bodi dalam jumlah yang cukup.kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan-bahan racun di kontrol oleh enzim-enzim yang terutama terdapat di dalam hati. Dalam keadaan kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengaruh toksik bahan-bahan racun ini berkurang. Seseorang yang menderita kekurangan protein lebih rentan terhadap bahan-bahan racun dan obat-obatan.f. Mengangkut Zat-zat GigiProtein memegang peranan esensial dalam mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. Sebagian besar bahan yang mengangkut zat-zat gizi ini adalah protein. Alat angkut protein ini bertindak secara khusus, misalnya protein pengikat-retinolyang hanya mengangkut vitamin A. Atau dapat mangangkut beberapa jeis zat gizi seperti mangan dan zat besi, yaitu trabsferin; atau mengangkut lipida dan bahan sejenis-lipida, yaitu lipoprotein.kekurangan protein, menyebabkan gangguan pada absorbsi dan transportasi zat-zat gizi.g. Sumber EnergiSebagai sumber energi, protein ekuvalen dengan karbohidrat, karena menghasilkan 4kkal/g protein. Namun, protein sebagai sumber energi relatif lebih mahal, baik dalam harga maupun dalam jumlah energi yang di butuhkan untuk metabolisme energi.
Angka kecukupan protein di pengaruhi oleh mutu protein hidangan yang dinyatakan dalam Skor Asam Amino (SAA), Daya Cerna Protein (DCP) dan berat badan seseorang Cara menaksir AKP adalah sebagai berikut:
Widya Karya Pangan Nasional Pangan dan Gizi 2004 menetapkan AKP untuk penduduk Indonesia berdasarkan berat badan patokan, mutu protein, daya cerna protein hidangan di pedesaan.WHO (1990)menyatakan protein sebanyak 10-20% kebutuhan ennergi total di anggap baik untuk kesehatan.Tabel Angka kecukupan Protein Yang di Anjurkan
Golongan umur
|
Berat badan
|
Tinggi badan
|
AKP*
|
Golongan umur
|
Berat badan
|
Tinggi badan
|
AKP*
|
(kg)
|
(cm)
|
(g)
|
(kg)
|
(cm)
|
(g)
|
||
Wanita
|
|||||||
0-6bl
|
6,0
|
60
|
10
|
10-12th
|
49,0
|
152
|
57
|
1-11bl
|
8,5
|
71
|
16
|
13-15th
|
50,0
|
155
|
55
|
1-3th
|
12,0
|
90
|
25
|
16-18th
|
52,0
|
1556
|
50
|
4-6yh
|
17,0
|
110
|
39
|
19-29th
|
55,0
|
156
|
50
|
7-9th
|
25,0
|
120
|
45
|
30-49th
|
55,0
|
156
|
50
|
50-64th
|
55,0
|
156
|
50
|
||||
≥65th
|
|||||||
Pria
|
|||||||
10-12th
|
35,0
|
138
|
50
|
||||
13-15th
|
48,9
|
155
|
60
|
Hamil
|
+17
|
||
16-18th
|
55,0
|
160
|
65
|
||||
19-20th
|
60,0
|
165
|
60
|
Menyusui
|
|||
30-49th
|
62,0
|
165
|
60
|
0-6 bl
|
+17
|
||
50-64th
|
562,0
|
165
|
60
|
7-12 bl
|
+17
|
Asam
Amino
|
||
Esensial
|
Esensial
bersyarat
|
Tidak
Esensial
|
Leusin
Isoleusin
Valin
Triptopan
Fenilalanin
Metionin
Treonin
Lisin
histidin
|
Prolin
Serin
Arginin
Tirosin
Sisterin
Gilsin
|
Alanin
Asam
glutamat
Glutamin
Asam
aspartat
Asparagih
|
prekursor asam amino esensial bersyarat
Asam
amino
|
Prekursor
|
Sistein
Tirosin
Arginin
Prolin
Glisin
|
Metionin,
serin
Fenilalanin
Glutamin/glutamat,aspartat
Glutamat
Serin,kolin
|
C. SINTESIS PROTEIN
Lipopprotein adalah protein larut dalam air yaang berkonjugasi dengan lipida, seperti lesitin dan kolestrol. Lipopprotein terdapat dalam plasma dan fungsi sebagai pengangkut lipida dalam tubuh.Fosfoprotein adalah protein yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat seperti pada kasein dalam susu.Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mieral, seperti feritin dan hemosiderin dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga, dan seng.bentuk protein konjugasi lain nya adalah hemoprotein dan flavoprotein.2. Informasi Genetik RNA dan DNA
Metionin merupakan asam amino pembatas kacang-kacangan, lisin dari beras dan triptofan dari jagung . Bila terdapat secara bersamaan dalam makanan sehari hari,beberapa macam protein dapat saling mengisi dalam asam amino yang berbeda bila di makan secara bersamaan di dalam tubuh dapat menjadi susunan protein komplet. misalnya,bila nasi yang terbatas dalam lisin di campur dengan tempe yang terbatas dalam metionin,di dapatkan campuran yang memungkinkan pertumbuhan. menambahkan sedikit susu yang mengandung semua jenis asam amino esensial ke dalam bubur beras akan memberikan cukup lisin kepada bubur trsebut untuk memungkinkan pertumbuhan. hal-hal ini perlu di perhatikan dalam menyusun menu seimbang,mslx untuk diet vegetaris atau dalam keadaan ekonomi terbatas.campuran dua jenis protein nabati atau penambahan sedikit protein hewani ke protein nabati akan menghasilkan protein brmutu tinggi dengan harga relatif rendah.dalam keadaan trcampur,asam amino yang brasal dari berbagai jenis protein dapat saling mngisi untuk mnghasilkan protein yang di butuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharan.a. Penilaian Mutu Protein
Bahan makanan
|
NB*)
|
NPU**)
|
PER***)
|
Skor Kimia/Skor Asam amino
|
Telur
|
100
|
94
|
3,92
|
100
|
Susu Sapi
|
93
|
82
|
3.09
|
95
|
Ikan
|
76
|
-
|
3.55
|
71
|
Daging Sapi
|
74
|
67
|
2.30
|
69
|
Beras Tumbuk
|
86
|
59
|
-
|
67
|
Kacanng Tanah
|
55
|
55
|
1,65
|
65
|
Beras Giling
|
64
|
57
|
2.18
|
57
|
Gandum Utuh
|
65
|
49
|
1,53
|
53
|
Jagung
|
72
|
36
|
-
|
49
|
Kacang Kedelai
|
73
|
61
|
2,32
|
47
|
b. Ner Protein Utilization atau NPU
NPU adalah indeks mutu yang tidak saja memperhatikan jumlah protein yang ditahan, akan tetapi juga jumlah yang dicernakan. NPU = NB x koefisien kecernaan.NPU merupakan perbandingan antara nitrogen yang ditahan dan nitrogen yang dikonsumsi. NPU kacang kedelai 61, susu 82, dan telur 94.c. Protein Efesiensi Ratio/PER Penentuan mutu protein melalui PER adalah yang paling sederhana. Per merupakan pengukuran mutu protein, makanan yang ditetapkan oleh kemampuan protein bersangkutan untuk menghasilkan pertumbuhan pada tikus muda. PER mengukur penambahan berat badan hewan muda per gram protein yang dikonsumsi.
Per digunakan sebagai kriteria mutu protein yang digunakan dalam memberi label makanan jadi. d. Skor kimia/ Skor Asam Amino Skor kimia adalah cara menetapkan mutu protein dengan membanndingkan kandungan asam amino esensial dalam bahan makanan dengan kandungan asam amino esensial yang sam dalam protein ideal/patokan, misalnya protein telur. Perbandingan asam amino esensial yang terdapat paling rendah dalam bahan makanan yang diniai dengan asam amino yang sama dalam protein patokan merupakan skor asam amino bahan makanan rersebut.
Lokasi
|
Enzim pencernaan protein
|
Prekursor
|
Aktivator
|
Lambung
|
Protease lambung berupa pepsin
|
Pepsinogen HCL
|
Pepsin
|
Usus
halus
|
Protease
pankreas berupa:
·
tripsin
·
kimotripsin
·
karboksipeptidase
·
elastase
Amino peptidase mukosa sus
halus:
·
tripeptidase
·
dipeptidase
|
Tripsiogen
Kimotrisinogen
Prokarboksipeptidase
Proelastase
-
-
|
Enterokinase
dan tripsin
Tripsin
Tripsin
tripsin
-
-
|
saluran
cerna
|
Pencernaan
dan absorbsi
|
1.
mulut
|
Mengunyah,
makanana bercampur dengan air ludah dan di telan
|
2.
esofagus
|
Tidak
ada pencernaan
|
3.
lambung
|
Asam
lambung membuka molekul dan megaktifkan enzim lambung.
|
4.
usus halus
|
|
sebelum sel-sel dapat mensintesis protein baru, harus tersedia semua asam amino esensial yang diperlukan dan cukup nitrogen atau ikatan amino (NH2) guna pembentukan asam-asam non esensial yang diperlukan. Pertumbuhan dan penambahan otot hanya memungkinkan bila tersedia cukup campuran asam amino yang sesuai termasuk untuk pemeliharaan dan perbaikan . Beberapa jenis jaringan tubuh membutuhkan asam-asam amino tertentu dalam jumlah lebih besar. Rambut, kulit, kuku lebih banyak membutuhkan asam amino yang mengandung sulfur. Protein kolagen merupakan protein utama otot urat-urat dan jaringan ikat. Fibrin dan miosin adalah protein lain yang terdapat di dalam otot-otot.b. Pembentukan ikatan-ikatan Esensial TubuhHormon-hormon seperti tiroid dan epinfrin adalah protein, demikian pula berbagai enzim. Ikatan-ikatan ini bertindak sebagi katalisator atau membantu perubahan-perubahan biokimia yang terjadi dadlam tubuh.Hemoglobin, pigmen darah yang berwarna merah dan fungsi sebagai pengangkut oksigen dan karbon dioksida adalah ikatan protein. Begitupun bahan-bahan lain yang berperan dalam penggumpalan darah. Protein lain adalah fotoreseptor pada mata.Asam amino tritofan berfungsi sebagai frekursor vitamin niasin dan pengantar saraf serotonin yang berperan dalam membawa pesan dari sel-sel saraf yang satu ke yang lain nya.dalam hal kekurangan protein, tampak nya tubuh memprioritaskan pembentumkan ikatan-ikatan tubuh yang vital ini.c. Mengatur Leseimbangan AirCairan tubuh terdapat di dalam tiga kompartemen:intraselulear(didalam sel), ekstraseluler/interselular (di antara sel). dan intravaskular( di dalam pembuluh darah). Kompartemen-kompartemen di pisahkan satu sama lain oleh membran sel. Distribusi cairan didalam kompartemen-kompartemen ini harus dijaga dalam keadaan seimbang atau homeostatis. Keseimbangan ini diperoleh melalui sistem kompleks yang emlibatkan prptein dan elektroit. Penumpukan cairan di dalam jaringan dinamakan edema dan merupakan tanda awal kekurangan protein.d. Memelihara dan Netralitas TubuhProtein tubuh bertinfak sebagai buffer, yaitu bereaksi dengan asaam dan basa untuk menjaga pH pada taraf konstan. Sebagian besar jaringan tubuh berfungsi dalam keadaan pH netral atau sedikit alkali (pH 7,35 – 7,45).e. Pementukan Anti bodiKemampuan tubuh untuk memerangi infeksi bergantung pada kemampuannya untuk memproduksi antibodi terhadap organisme yang menyebabkan infeksi tertentu atau terhadap bahan-bahan asing yang memasuki tubuh. Tinggi tingkat kematian pada anak-anak yang menderita gizi-kurang kebanyakan di sebabkan oleh menurun nya daya tahan terhadap infeksi(muntaber, dan sebagainya) karena ketidak mampuannya membentuk anti bodi dalam jumlah yang cukup.kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan-bahan racun di kontrol oleh enzim-enzim yang terutama terdapat di dalam hati. Dalam keadaan kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengaruh toksik bahan-bahan racun ini berkurang. Seseorang yang menderita kekurangan protein lebih rentan terhadap bahan-bahan racun dan obat-obatan.f. Mengangkut Zat-zat GigiProtein memegang peranan esensial dalam mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. Sebagian besar bahan yang mengangkut zat-zat gizi ini adalah protein. Alat angkut protein ini bertindak secara khusus, misalnya protein pengikat-retinolyang hanya mengangkut vitamin A. Atau dapat mangangkut beberapa jeis zat gizi seperti mangan dan zat besi, yaitu trabsferin; atau mengangkut lipida dan bahan sejenis-lipida, yaitu lipoprotein.kekurangan protein, menyebabkan gangguan pada absorbsi dan transportasi zat-zat gizi.g. Sumber EnergiSebagai sumber energi, protein ekuvalen dengan karbohidrat, karena menghasilkan 4kkal/g protein. Namun, protein sebagai sumber energi relatif lebih mahal, baik dalam harga maupun dalam jumlah energi yang di butuhkan untuk metabolisme energi.
Angka kecukupan protein di pengaruhi oleh mutu protein hidangan yang dinyatakan dalam Skor Asam Amino (SAA), Daya Cerna Protein (DCP) dan berat badan seseorang Cara menaksir AKP adalah sebagai berikut:
Widya Karya Pangan Nasional Pangan dan Gizi 2004 menetapkan AKP untuk penduduk Indonesia berdasarkan berat badan patokan, mutu protein, daya cerna protein hidangan di pedesaan.WHO (1990)menyatakan protein sebanyak 10-20% kebutuhan ennergi total di anggap baik untuk kesehatan.Tabel Angka kecukupan Protein Yang di Anjurkan
Golongan umur
|
Berat badan
|
Tinggi badan
|
AKP*
|
Golongan umur
|
Berat badan
|
Tinggi badan
|
AKP*
|
(kg)
|
(cm)
|
(g)
|
(kg)
|
(cm)
|
(g)
|
||
Wanita
|
|||||||
0-6bl
|
6,0
|
60
|
10
|
10-12th
|
49,0
|
152
|
57
|
1-11bl
|
8,5
|
71
|
16
|
13-15th
|
50,0
|
155
|
55
|
1-3th
|
12,0
|
90
|
25
|
16-18th
|
52,0
|
1556
|
50
|
4-6yh
|
17,0
|
110
|
39
|
19-29th
|
55,0
|
156
|
50
|
7-9th
|
25,0
|
120
|
45
|
30-49th
|
55,0
|
156
|
50
|
50-64th
|
55,0
|
156
|
50
|
||||
≥65th
|
|||||||
Pria
|
|||||||
10-12th
|
35,0
|
138
|
50
|
||||
13-15th
|
48,9
|
155
|
60
|
Hamil
|
+17
|
||
16-18th
|
55,0
|
160
|
65
|
||||
19-20th
|
60,0
|
165
|
60
|
Menyusui
|
|||
30-49th
|
62,0
|
165
|
60
|
0-6 bl
|
+17
|
||
50-64th
|
562,0
|
165
|
60
|
7-12 bl
|
+17
|
A. KESIMPULAN
Orang yang peduli dengan kesehatan tidak memandang tinggi rendah nya harga dari nilai kebutuhan. Sekian terimakasih J J JDAFTAR PUSTAKA 1. Gunawan, Andang (1999). Food Combining: Kombinasi Makanan Serasi Pola Makan untuk Langsing & Sehat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.